Dalam rangka meningkatkan kontinuitas pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit kronis, UPTD Puskesmas Jatirejo aktif melaksanakan dan mengembangkan Program Rujuk Balik (PRB). Program ini merupakan bentuk kerja sama antara fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan rumah sakit rujukan dan BPJS Kesehatan, agar pasien penyakit kronis dapat memperoleh pengobatan dan pemantauan rutin di Puskesmas tanpa harus selalu berkunjung ke rumah sakit.
Melalui program PRB, pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung, asma, PPOK, epilepsi, stroke, skizofrenia, dan SLE (Systemic Lupus Erythematosus) dapat menerima obat rutin dan kontrol kesehatan berkala di Puskesmas Jatirejo setelah kondisi mereka dinyatakan stabil oleh dokter di rumah sakit rujukan. Dengan demikian, pelayanan menjadi lebih dekat, mudah, dan efisien bagi masyarakat.
Kepala UPTD Puskesmas Jatirejo, dr.Irsyad Herminofa, M.Kes menyampaikan bahwa pelaksanaan PRB ini tidak hanya membantu meringankan beban pasien dalam hal biaya dan waktu, tetapi juga meningkatkan kesinambungan pelayanan pengobatan serta pemantauan kesehatan pasien kronis di wilayah kerja Puskesmas Jatirejo. Selain itu, tenaga kesehatan juga berperan aktif dalam melakukan edukasi, konseling, dan pemantauan gaya hidup sehat kepada peserta PRB agar pengobatan berjalan optimal.
Puskesmas Jatirejo secara rutin melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan dan BPJS Kesehatan untuk memastikan kelancaran distribusi obat PRB serta pembaruan data peserta aktif. Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan dan kepuasan peserta program.
Dengan pemanfaatan Program Rujuk Balik yang optimal, UPTD Puskesmas Jatirejo berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan berfokus pada kualitas hidup pasien kronis, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat.
“Program Rujuk Balik bukan sekadar layanan obat rutin, tetapi bentuk nyata
perhatian berkelanjutan bagi pasien kronis agar tetap sehat, produktif, dan
mendapat pendampingan medis yang berkesinambungan di tingkat Puskesmas.”
