Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah melakukan kunjungan dan studi tiru ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bali yang dikenal sebagai salah satu satuan kerja berprestasi dengan berbagai predikat pelayanan publik, di antaranya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta PAKPN.
Rombongan studi tiru tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS MA, didampingi Ketua DWP Kemenag Aceh Tengah Desilusiana Wahdi, Ketua Koordinator Area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Hasyimi, S.Ag, Supervisor PTSP Kemenag Aceh Tengah Bunda Purnama, SE, serta Kasubbag TU Kemenag Bener Meriah Riiadiansyah, SE.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si, sesaat setelah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kanwil setempat pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Dr. Komang Sri Marheni yang akrab disapa Marheni memaparkan bahwa keberhasilan Kanwil Kemenag Bali meraih berbagai predikat pelayanan publik tidak terlepas dari semangat, komitmen, dan kerja keras seluruh jajaran.
Dengan kepemimpinan yang optimis, pantang menyerah, ramah, dan energik, pihaknya berhasil membangun Zona Integritas (ZI) dengan predikat WBK pada tahun 2019, dan menyusul memperoleh predikat WBBM pada tahun 2024.
Marheni juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dilandasi pemahaman yang mendalam terhadap regulasi Kemenpan RB terkait pelayanan publik.
“Pembangunan ZI tidak bisa instan, tapi dilakukan secara bertahap dengan leadership yang kuat, perencanaan matang, dan penguasaan aspek teknis di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Aceh Tengah H. Wahdi MS MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari jajaran Kanwil Kemenag Bali. Ia berharap kunjungan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi jajarannya dalam memperkuat komitmen menuju pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Aceh Tengah.
Sebagai penutup kunjungan, Wahdi menyerahkan bingkisan kopi Arabika Gayo sebagai cendera mata khas dari Dataran Tinggi Gayo kepada Kakanwil Kemenag Bali sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antarsatuan kerja Kemenag di seluruh Indonesia. []
