BERTEKAD RAIH WBK, RUTAN NEGARA LAKSANAKAN STUDI TIRU KE LAPAS KELAS I MALANG DAN LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA MALANG

16-06-2024 - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara — KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI BALI

Malang - #infopas_runa Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Karena itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara melaksanakan studi tiru ke Lapas Kelas I Malang dan Lapas Perempuan Klas IIA Malang, sebagai langkah optimisme Kepala Rutan Negara beserta jajaran dalam meraih Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi di Tahun ini. Kegiatan ini diikuti oleh Lilik Subagiyono selaku Kepala Rutan Negara, I Nyoman Tulus Sedeng selaku Ketua Tim ZI Rutan Negara, I Ketut Arniasih selaku Sekretaris, beserta enam orang perwakilan dari masing-masing pokja.

 

Kegiatan studi tiru dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada Jumat (14/06) dan Sabtu (15/06) di mulai dari Lapas Kelas I Malang dan selanjutnya ke Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Selama pelaksanaan kegiatan studi tiru, rombongan Rutan Negara disambut hangat oleh keduanya yakni Plh. Kepala Lapas Kelas I Malang, Arya Galung dan Plh. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Adi.

 

“Dengan adanya kegiatan studi tiru ini terjadi beragam pertukaran informasi dan pengalaman yang diharapkan dapat menjadi konsep perbaikan kinerja pada Rutan Negara dalam meraih WBK di tahun ini,” ungkap Lilik. Pertukaran informasi yang dimaksud untuk meningkatkan pelayanan yang ada pada Rutan Negara guna memberikan pelayanan terbaik baik untuk warga binaan pemasyarakatan maupun pelayanan untuk masyarakat.

 

Selain pertukaran informasi dan pengalaman, juga dilakukan peninjauan sarana dan prasarana seperti Ruang Pendaftaran Kunjungan, Ruang Layanan Informasi, area Balai Latihan Kerja warga binaan, Ruang Klinik dan saran prasarana lainnya yang mendukung pelayanan publik. “Peninjauan ini juga dilakukan sebagai upaya kami (Rutan Negara) dalam meningkatkan sarana prasarana atau fasilitas pendukung lainnya dalam kelancaran pelayanan yang diberikan,” lanjutnya.

 

Di akhir acara, Lilik menyebutkan bahwa kegiatan studi tiru merupakan salah satu proses Rutan Negara dalam meraih WBK. “Kegiatan studi tiru memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar hal-hal baru, mendiskusikan ide-ide yang inovatif, dan berbagi pengalaman yang berharga. Jika ada inovasi yang dapat ditiru dalam meningkatkan pelayanan boleh dilakukan akan tetapi kita juga harus melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Sehingga dalam penerapannya dapat menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang kita miliki,” tutup Lilik.


Bagikan berita melalui